
Ilalang berbisik pergi..
Bunga-bunga mekar diujung pagi..
Membawa senyummu pergi dari ku..
Haruskah semua ini?
“rintik ini..
Desir ini..
Nelangsa ini..
Rindu ini..”
Ku raba awan berarak.. saling berkejaran dilangit membagi cerita.. menari indah membelah pelangi. Air mata jatuh mengusap semua luka yang tak tersembuhkan. Deting cinta beradu di dalam dada tak mau berhenti..
Sayangku..
Rindu ini semakin menjadi. Dan hatiku semakin tak mampu menguasainya. Setiap detik terasa menyakitkan. Namun rindu tak kunjung terobati. Haruskah semua ini ku tinggalkan? Karna nelangsa ini semakin menjadi tanpamu. Semakin aku berusaha membuangnya jauh-jauh aku semakin dalam terperosok pada kesedihan yang tak kunjung ku temukan ujungnya..
Sayangku..
Haruskan kepergianku menjadi satu-satunya jalan? Bahkan setelah sekian lama aku melangkah menjauh, bayangmu masih menggurat disana.. di antara bintang bintang itu. Tempat aku menyematkan pandangan dan menghabiskan malam-malamku dalam kesendirian.
Haruskah?
Hatiku semakin kelu..
Menghentikan lantunan puisi..
Mencari-carimu..
“Nyatanya.. aku masih menyanyikan lagu yang sama..
Nyatanya.. aku masih menyanyi untuk seseorang yang sama..”
Cintaku..
Bila pada akhirnya semua kisah ini berakhir dalam duka.. Bila pada akhirnya cinta ini berakhir seperti abu yang tertiup angin.. biarlah setidaknya kau tau ada rindu yang terseok meraihmu.. ada kagundahan yang mendekapku erat disini tanpa hadirmu..
Cintaku..
Bila pada akhirnya hati ini tak sanggup lagi bertahan.. biarlah kau tau setidaknya waktu akan berpihak padaku untuk menghapusmu.. biarlah pada saatnya nanti Allah yang menyembuhkanku dalam pelukan-Nya..
Biarlah..
Biarlah..
Allah tau.. aku menyayangimu.. aku merindukanmu
1 komentar:
sister arienz .. do not forget me,,, I miss your laughter joked together ...uhuk2 -_- -_-
Posting Komentar